Top Social

5 Hal Aneh Di Belitung

January 28, 2021
SD Laskar pelangi

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar Belitung? Pasti pantai pasir putih dengan laut berwarna biru muda plus batu-batu besar. Laskar Pelangi memang menguatkan branding Belitung menjadi seperti itu. Pantai Tanjung Kalayang adalah tujuanku ke Belitung, sebab lokasi ini masuk ke daftar 10 Bali Baru versi Kemenpar. Tapi, selama di Belitung aku justru menemukan hal-hal yang tak biasa dan sayang untuk disimpan sendiri. Bukan island hoping atau mercusuar pulau lengkuas, kalau itu sih kalian sudah bisa browsing sendiri. Inilah 5 hal ajaib cenderung aneh dari Belitung.


1. Tidak ada alfamart dan indomaret

Ini bukan sponsored post ya, tapi aku sebut merek sajalah langsung. Alfamart dan Indomaret itu sudah menjadi hal yang umum dan ada dimana-mana. “aduh perlu ini…” “okedeh ntar aja beli di alfa atau indomaret”. Gitu biasanya, mau di kota atau di desa (utamanya kita yang tinggal di pulau Jawa).


Itu juga yang aku pikirkan waktu elitung. Aku punya niatan buat ngemper di alfamart atau indomaret 24jam. Ya biasanya kan di terasnya ada kursi dan colokan, trus bisa mesen kopi juga. Perfect lah buat backpackeran.


Ketika kakiku mencapai negeri Laskar Pelangi, aku tak menemukan semacam toko swalayan di bandara Tanjung Pandan. Pikirku “oh mungkin lokasinya nyempil, nanti saja deh di kota kalau mau beli-beli tisu dll”.


Ternyata hingga motor sewaanku sampai di pusat Kota yang ada tugu batu meteor itu, tak satupun indomaret dan alfamart kutemukan. Tapi, ada toko-toko sejenis sih. Babel mart, Belitung mart, dan ‘mart-mart’ lainnya.


belitungmart

Usut punya usut, Pemda memang melarang adanya alfamart dan Indomaret di Belitung. Wooww!!! Menurutku ini sangat menarik. Padahal Belitung sekarang hidup dari sektor wisata yang mana orang ‘luar Belitung’ macam aku ini terbiasa apa-apa ke dua toko tadi. Sebuah langkah yang berani dan harusnya ditiru daerah lain.


Bagaimana dengan Supermarket? Di Belitung nggak ada Matahari, Giant, Carefour, apalagi Farmers market. Gantinya adalah supermarket-supermarket lokal, yang jualannya juga lengkap kok. Aku nyobain belanja di tempat yang lumayan terkenal karena kelengkapannya di Belitung, yaitu “Puncak”. Iya, supermarketnya namanya "Puncak" ahhaha.


2. Susah cari pom bensin yang berjualan

Aku belum blusukan ke tempat-tempat yang termasuk pelosok di Indonesia. Tapi menurutku, Belitung itu bukan pelosok, apalagi kota Tanjung Pandan. Dia punya bandara. Nggak terpikir olehku bakal susah cari SPBU atau pom bensin yang jualan. Eh maksudnya gimana?


Pom bensin di Belitung kamu bisa cek sendiri di google maps, banyak dan tersebar. Tapi belum tentu ada stok bahan bakar di sana. Pada suatu pagi, aku muterin kota Tanjung Pandan demi nyari pom bensin. Baru kali ini aku sampai ngetok kaca kantor SPBU trus nanya “pak, jualan bensin ngga?” ahahhaha…konyol. Dan ternyata nggak jualan. Lalu terpikir dalam hati, setidak-merata inikah akses kemudahan bagi rakyat Indonesia? Gimana di Papua sana ya, atau pulau Rote misalnya yang jelas-jelas jauh dari Jakarta.


Selama belum ketemu pom bensin yang jualan, aku mengisi tangki pakai bensin eceran. Yang mana tahu sendirilah ya, kita ngga bisa pastiin kevalidan ukuran dan kualitasnya.


TAPI...Sungguh tak dinyana, di tengah kebun kelapa sawit yang sepi ada pom bensin yang masih nampak baru. Tidak ada mas-mas berseragam Pertamina yang menyambut. Adanya bapak-bapak berkaos yang Tanya “mau apa dek?” oh noo…seram. “mau beli bensin pak”. Ok Alhamdulillah dilayani dan pas mau ngambil kembalian musti ke depan kantornya dulu bukan di dekat tempat pengisian. Sumpah aneh banget ahhaha.

3. Tidak ada angkot

Backpackeran ke suatu wilayah, asiknya nyobain transportasi lokal. Tapi, kalau kamu mau keliling banyak lokasi di Belitung, aku saranin sewa motor saja. Di Belitung nggak ada angkot, bus kota, becak, atau delman sekalipun. Atau aku yang terlewat? Tapi aku yakin nggak ada deh.

Ojek online juga tak semasif di Jawa dimana kita bisa melihat jaket ijo berkeliaran atau mangkal di suatu titik. Aku sempat cek layanan go food ada kok, tenang ya.

Jadi sebelum berangkat aku sempat browsing “Belitung Rental Motor”, Alhamdulillah dapat. Yang logonya bagian depan motor warna hitam. Chat whatsap fast response, ramah, termasuk waktu aku cancel karena keberangkatanku ke Belitung diundur. Ada helm dan jas hujan juga. Ngga ribet, ketemuan di bandara juga untuk serah terima.


Ini nomornya, 081949465946. Ada akun IG juga @Belitungrentalmotor. Alamatnya di Jl. Padat Karya, Air Merbau, Tj. Pandan, Kabupaten Belitung. Biar lebih jelas bisa cek di google maps ini ya.

4. Warung Kopi Belitung

Warung kopi, coffe shop, apapun kamu mau sebutkan…itu bejibun di Belitung. Kayaknya lebih mudah nyari warung kopi dibanding warung makan. Bahkan yang jam 6 pagi sudah bukapun banyak. Aku mengamati kebiasan orang-orang sebelum kerja tuh ngopi-ngopi dulu di warung kopi.


Sore ke malam, makin banyak lagi yang buka. Aku sempat tau nama “kong djie” sebagai warkop paling legendaris di Belitung. Eh kok pas di Tanjung Pandan saja tuh ada banyaaak banget “kong djie”. Ternyata warkop ini sudah diwaralabakan. Jadi bebas mau nikmatin di Kong Djie yang mana. Aku menikmati kopi Belitung justru di warung Timpok dulu. Tempat makan fancy buat turis ahahha. Tapi aku terkesan, sebab bisa merasakan berbagai sajian khas Belitung. 


warung makan timpok dulu

Ngopi di Belitung itu beneran ngopi, karena nggak jualan spot instagramable apalah-apalah. Bukannya nggak ada coffeeshop ala anak muda Instagram, tapi sepertinya mereka memang lebih konsen ke kualitas sajian kopi. Dibanding menyediakan property foto macam majalah Kinfolk.

5. Susur hutan ke Gantung

Aku nginep di dekat pantai, tapi pengen ngerasain Belitung versi lain. Tujuanku adalah replika SD Laskar Pelangi di kecamatan Gantung. Sukur-sukur bisa mampir ke Manggar. Kalau di google maps, dari Tanjung Pandan ke Gantung itu sekitar 2 jam perjalanan bermotor dengan jarak 70km. okelah, nggak sejauh jarak Pekalongan ke Semarang.


Selepas Tanjung Pandan, hawanya sudah berbeda. Jalanan menanjak, aspal menyempit dan kadang rusak. Tapi itulah yang seru, susur hutan. Bukan sembarang hutan ya tapi beneran hutan sawit yang rapat. Sempat nyasar juga ke jalanan rusak di tengah kebun dan berpapasan dengan puluhan monyet liar.


Hujan melanda, dengan bekal telor asin dan gery chocolatos perjalanan tetap dilanjutkan. Kalau siang sih nggak masalah ya, terang. Tapi ketika perjalanan pulang dari replika SD Laskar Pelangi, langit telah gelap. Apakabar nanti di tengah kebun sawit sepanjang kecamatan Gantung hingga Badau?

Tips dari aku sih, ngekor saja di belakang truk sawit yang melintas. Ikutin terus jika arahnya ke kota. Biar terang ya pemirsa, soalnya ngandelin dari lampu motor mah ngga bisa ngebut.

Sebuah pengalaman yang berkesan sekali buatku merasakan kegelapan hutan Belitung dalam kondisi usai hujan yang berkabut. Alhamdulillah sinyal lancar, jadi google maps jalan terus. Ngga khawatir nyasar, tentunya dengan bismillah.

Belitung memang surganya pantai indah, tapi ada banyak hal lain dari sana yang bisa kamu rasakan. Setiap perjalanan bukan hanya tentang seberapa banyak stok foto yang kamu dapatkan, melainkan seberapa banyak dan dalam pengalaman yang kamu bisa ambil.

2 comments on "5 Hal Aneh Di Belitung"
  1. Waktu itu ke Belitong, sampe gak sempet merhatiin ada Alfa or Indo* hihi.
    Anyway jeli sekali pengamatannya. Awesome!

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh karena saya kalau ke tempat baru pst nyari convenience store macam itu. entah beli-belian sesuatu atau numpang istirahat

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature