Story Behind Branding Name 'Innnayah'

April 13, 2021

Punya nama yang pasaran itu bisa jadi anugerah bisa jadi tantangan. Saya tidak mengatakan musibah, bisa kuwalat nanti. Nama asli saya sesuai KTP itu pasaran banget, asli deh. Dari nama yayasan, masjid, brand fashion, apalagi nama orang. Dulu, di kelas ketika SMP ada 3 orang dengan nama persis dengan saya. Makin repot ketika masuk dunia konten kreator.


Sebelum memiliki domain ini, sebelumnya saya pakai domain .com dengan nama KTP. Atas pertimbangan kepraktisan dan keamanan data pribadi, akhirnya saya menggunaka nama innnayah.com sejak 2015. Kamu enggak salah baca, saya juga enggak salah ketik. Nama blog ini memang INNNAYAH dengan 3 huruf N.


Tentang nama innnayah

Saya memaklumi jika ada teman-teman yang sering memanggil dengan innayah, double ‘en’. Wajarnya, sebuah nama memang punya maksimal dua huruf sama yang berdekatan. Tapi ya namanya juga pasaran ya, dan saya terlalu maksain pakai nama sendiri...jadinya kebagiannya ‘innnayah’ dengan tiga huruf ‘en’. Nama lain sudah kepakai semua sama orang lain hahha.


Tips memilih nama Blog

Branding

Sebelum jauh membahas konten, sepertinya orang akan ingat pertama kali itu ya dari nama blog. Nama blog sama kayak nama orang, nama toko, nama produk. Hal yang melekat dan bakal jadi identitas utama. Apalagi jika blognya memang untuk branding, mau nggak mau ya nama blog harus disesuaikan dong. Misalnya saja nama blog ini. Kenapa “innnayah” bukan “blog nya cewe cute” misal? Karena saya mau orang mengenal saya secara pribadi, sebagai Inayah.


Bagaimana jika terlanjur ngaco misalnya nama blog “curhatcewekgalau” tapi sekarang postinganya seputar parenting? That’s why dulu pas milih nama blog, saya minta saran ke banyak orang termasuk blogger senior. Salah satu petuahnya sih “kalau masih bingung mau dinamain apa, pakai nama sendiri saja.”


Sejak awal serius ngeblog, istilah branding ini sudah saya tanamkan. Pokoknya harus punya ciri khas yang bikin orang lain ingat dengan saya baik di dunia nyata maupun maya. Menemukan branding itu rasanya sulit sekali. Apakah sebaiknya mengalir saja sembari mencari jati diri?


Keterkaitan dengan niche atau tema

Jujur saja saya lebih percaya dengan nama blog yang sesuai dengan nichenya. Misal “belajar fotografi” dengan isinya memang seputar fotografi. Apakah google juga demikian? Nama nyambung sama niche blog. Saya punya blog cinematic.id yang membahas seputar editing dan kamera. Sedari bikin blog sudah diniatin begitu, jadi lebih fokus dan tertata.


Ketersediaan domain

Nahh ini dia. Pasti dari kalian banyak yang ngalamin kan? Sudah punya ancang-ancang blog dinamain begini begitu. Eh pas mau beli domain kok udah dipake orang. Kendala terutama buat nama blog yang bukan nama orang. Etapi nama orang kalau namanya pasaran juga susah lho kayak namaku ahahhaa. Aku pengen punya inayah.com, sesuai KTP gitu. Eh sudah ada yang punya.


Ketersediaan di berbagai platform media sosial populer

Sekarang sudah jamannya blog itu dihubungkan dengan sosial media. Ada banyak sih sosial media, tapi yang populer saat tulisan ini ditulis adalag facebook-twitter-instagram-youtube. Paling engga, sebelum bikin nama blog dicek dulu tuh ketersediaan di socmed. Kalau sudah kepake orang, kurang asik juga. Untungnya “innnayah” dengan “N” tiga biji itu terlampau unik dan masih aman di seantero socmed ahahha.


Itulah cerita dibalik nama “innnayah” dengan triple N. Semoga kisah ini membuat kamu semua yang baca akan ingat sellau dengan blog ini, serta socmed-sced saya dengan mudah.

Post Comment
Post a comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature