Lawang Sewu More Than Instagenic

December 11, 2015
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata Lawang Sewu? Gedung tua..semarang..angker..gedung hantu..atau uji nyali. Iya, ikon tempat uji nyali kayaknya udah melekat banget buat bangunan yang berada di jantung kota Semarang ini. Sekitar tahun 2007, saya jalan (beneran jalan kaki) di sekitaran Lawang Sewu. Duhh..ngeri banget, suram. Bahkan kata Ibu saya, Lawang sewu itu tempat mencari pesugihan. Hiihihihihihihi...*evilLaugh. Apa yang terjadi pada Lawang Sewu di 2015? Gedung indah yang instagenic dan ternyata punya nilai sejarah tinggi.
lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
lawang sewu di malam hari lebih anggun


Saksi sejarah dari masa-ke masa
Perjalanan ini berawal dari membaca buku Jejak Langkah nya Pramoedya Ananta Toer. Beberapa kali disebutkan bahwa Semarang saat itu adalah pusatnya kegiatan perkeretaapian. Menarik bagi saya mengulik catatan Pram tersebut, sebab saya adalah ‘anak kereta’ hahaha yang kemana-mana nyaman pakai moda kereta api.

Baca Juga: Jejak Langkah, Tetralogi Buru #3

Gedung lawang sewu (seribu pintu) dibangun tahun 1904. Jadi, 4 tahun sebelum Budi utomo didirikan. Zaman itu..sebagian besar penduduk jawa masih berceker ayam alias tak mengenakan alas kaki.
lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
bendera Indonesia

Pada akhir tahun 1863, Nederlands Indische Spoorweg  Maarthappij (NIS) telah menguasai lahan seluas 18.232 meter persegi yang berlokasi di bundaran Tugu Muda Semarang yang dahulu disebut Wihelmina Plein. Kemudian seorang arsitek bernama Ir.P. de Rieu ditugaskan untuk merancang dan membangun rumah penjaga dan gedung percetakan di lokasi tersebut. Bersamaan dengan itu sang arsitek juga diminta untuk membuat desain Gedung Utama yang diperuntukkan sebagai kantor Nederlandsch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS). Tetapi sayang, rencana pembangunannya terhambat hingga akhir tahun 1903. Kemudian ditunjuklah Prof.Jacob K. Klinkhamer (Delft), N.J. Ouendag serta dibantu C.G. Cintroen untuk membangun Gedung Utama NIS dengan mengacu pada perpaduan gaya arsitektur tropis dan Eropa. Pembangunannya dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai Juli 1907. Proses ini memakan waktu dan biaya, dikarenakan sebagian besar bahan bangunan diimpor dari Eropa dan merupakan pesanan khusus.

Nama Lawang Sewu berasal dari julukan yang diberikan masyarakat Semarang. Sebuah toponim terhadap bangunan ini sejak berpuluh tahun lalu karena memiliki pintu yang jumlahnya sangat banyak.
lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
apakah pintunya ada seribu? hitung coba

Awalnya lawang sewu dipakai sebagai kantor kereta api pusat wilayah hindia belanda. Setelah Merdeka, digunakan oleh djawatan kereta api Republik Indonesia. Yang lumayan ngeri, lawang sewu adalah saksi pertempuran lima hari di Semarang pada Oktober 1945 antara Jepang melawan Angkatan Muda Kereta Api.

Unta Pernah Ada di Jawa
Percaya atau engga nih..sebelum ada kereta api yang awalnya di Semarang itu, pemerintah Hindia Belanda mendatangkan ratusan unta ke Jawa. Buat apa? jadi..di wilayah Solo dan Jogja adalah pusatnya perkebunan. Untuk membawa hasil bumi, dipakailah unta. Dengan pemikiran ‘di timur tengah..unta dipakai angkut-angkut..lewat padang pasir pula. Kalau di Jawa yang tropis dan adem..pastilah bisa juga’. Beberapa hari saja unta-unta itu bertahan, selebihnya skait-sakitan dan tewas.

Menjelajah Lawang Sewu
Jam 12.00 saya tiba di gerbang lawang sewu. Siang kok..bukan malem, hhehe. Harga tiket masuknya 10.000 rupiah saja tanpa guide, kalau pakai guide sih 30.000. Karena niat awalnya emang hanya buat foto-foto..yasudah jalan sendiri. Di halaman lawang sewu ada lokomotif tua, nah..ini ternyata Lawang Sewu memang sudah berubah jadi museum lho sodara-sodara. Tapi saya nggak berpikir bakal se-museum-ini. Jadi, saya menjelajah Lawang Sewu dengan arah terbalik dari belakang ke-depan. Biar greget lah yah...heheh.

Museum Lawang Sewu
Dari tempat loket, saya belok ke kanan. Ada pohon besaaar nan rindang di depan bangunan menyerupai rumah. Ternyata itu museum lawang sewu. Nah loh apa itu? Di museum ini, kamu bisa menemukan sejarah lawang sewu dari masa ke masa. Ada foto-foto proses pemugaran, restorasi, dan benda-benda dari zaman baheula. Benda-benda bersejarah itu dimasukkan ke dalam kotak kaca. Dengan santainya saya letakan kamera di atas kotak itu. Sejurus kemudian...baru ngeliat ada tulisan “dilarang menyentuh kotak kaca”. Karena di situ tidak ada pengawas, saya yang nggak tahu..jadi melakukan kesalahan deh. Ada cctv nggak yah? Kayaknya engga deh.
lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
bersama turis Samarinda

Gedung B Lawang Sewu
Awalnya cuma niat foto-foto, setelah masuk bangunan gedung lawang sewu....niat saya bertambah. Nggak cuma foto lagi, tapi juga belajar sejarah..dan uji nyali (lhoh). Nggak bisa uji nyali, lha wong rame gini dan terang benderang kok. Hampir seluruh ruangan di lantai satu berisi peninggalan masa lalu.
lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
turis kebayoran ikutan foto

Ketika tiba-tiba saya merasa pemandangan di sekitar berubah jadi mode sephia,,,saya terbawa ke 1900an awal...jaman Belanda. Terbawa aroma masa lalu deh serius. Syahdunya, antiknya, binar-binar angker itu nggak ada sama sekali. Lagi-lagi saya nyari kamera CCTV pas mau foto-foto..hahaha. nggak ada larangan foto sih, tapi malu aja kalau selfi-selfi terekam CCTV hahaha.

Gedung B yang merupakan gedung tambahan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai dasar saja yang ada isinya, lantai di atasnya masih kosong dan dipugar. Ada sih bagian yang nggak boleh dimasuki..tapi saya nggak mikir aneh-aneh, mungkin itu memang belum dipugar..jadi khawatir malah rusak kalau tidak dilindungi.
lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
sepertinya ini ada akses ke bawah tanah

Setelah Lawang sewu digunakan sekitar 10 tahun, kebutuhan ruangan dirasa kurang. Pada tahun 1916, dibangunlah gedung tambahan yang arsitekturnya sama dengan gedung utama tetapi konstruksinya berbeda. Gedung B ini menggunakan beton bertulang, tidak seperti bangunan utama yang memakai batu bata.
lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
pesona pintu lawang sewu yang antik


Gedung Utama Lawang Sewu
Daya tarik gedung utama adalah sebuah kaca mozaik warna warni yang konon bercerita tentang kehidupan masa itu. Saya sih nggak ngeh ya ngelihatnya..tapi memang indah...udah kayak di Eropa gitu. Di bagian ini ada penjaganya, benar-benar diawasi biar pengunjung nggak ke lantai 2. Kok? Saya juga nggak nanya sih lantai 2 dan 3 gedung utama itu kenapa tertutup. Gedung utama lebih gelap dan dingin dari gedung B.
lawang sewu, semarang, heritage, museum, gedung, wisata, visit jawa tengah, piknik, hoby, traveling
aslinya kece banget lho
Di lantai dasar menarik sekali lho. Benda-benda sisa perkereta apian jaman dulu terpajang apik. Sayangnya pas disini gerah banget jadi nggak lama-lama deh.
lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
miniatur stasiun kereta pertama

lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
karcis jadul

lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
telepon jadul

lawang sewu, museum lawang sewu, semarang, foto lawang sewu, traveling, hobi, visit jawa tengah, wisata museum, wisata sejarah
peta rel kereta pertama


Lawang Sewu More Than Instagenic
Niat awal saya hanya foto-foto sembari menunggu waktu check in hotel. Eh..malah dapat banyak ilmu dan gambaran masa lalu dari moda angkutan favorit, kereta api.


Mudah Dijangkau
Karena terletak di jantung kota Semarang, Lawang sewu dapat dijangkau dari mana-mana. Bahkan jalan kaki pun bisa jika kamu menginap di sekitaran jalan pemuda. Soal parkiran? Kalau saya sih bawa motor, jadi parkir di parkiran yang kayaknya liar di samping gedung. Kalau mobil atau bis...mungkin ada tempatnya. Kok saya nggak lihat parkiran ya?



Keluar dari Lawang Sewu pas banget tengah hari. Enaknya kulineran...yuk cuuss..ke tempat jajan pinggir jalan yang legendaris dan masyhur itu.






48 comments on "Lawang Sewu More Than Instagenic"
  1. Lawang sewu unik, ya? Tapi kenapa banyak yang bilang penuh hantu? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. cantik mba. larena dulu emang gedung tua dan 'seperti itu' tapi sekarang sudah dipugar..rebranding jadi museum nan anggun

      Delete
  2. Dulu pernah,sekitar 2010,akses wisatanya boleh sampe ke bagian menara paling atas,juga teras atas yg pas ngadep ke tugu muda. Sekarang kayaknya udah gak boleh :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sekarang ngga bisa ke atas. mungkin karena lagi tahap renovasi..

      Delete
  3. Berarti skrg lawang sewu yang terlalu spooky yaa? Tp mungkin tetap butuh keberanian utk masuk ke sana. Kalo mau masuk banyak2 dzikir kali yaa? Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nggak spooky kok..rame, terang, jendela..pintu..terbuka lebar

      Delete
  4. Ternyata ga horor2 banget yah.

    Karena siang Dan rame rame datengnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. malem juga banyak wisatawan, karena malam lebih kece sih..lampu-lampu effect nya vintage..

      Delete
  5. Baru tahu dulu ada impor unta. Kenapa nggak gajah ya?

    Anyway, pohon besar yang ada di tengah lawang sewu itu dirimu sangka itu pohon apa mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. gajah kelambatan mungkin ya.

      pohon majapahit bukan sih mas?

      Delete
  6. Belum pernah ke sana. Kayaknya keren juga. Pas ke semarang baru kota tua aja..

    Kapan2 main sana ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak..mampir..wong gampang banget kalau di SEmarang kemana-mana pasti lewat sini

      Delete
  7. Wajib dikunjungi kalau kesana.. Pas malem2 malah lebih keliatan megahnya yaa... Foto2nya juga cakeeb...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bagusnya kesitu habis maghrib..adem dan syahdu

      Delete
  8. infonya lengkap banget deh rul.... etapi jadi liburan romantis gak kayak cerita ftv? hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sama si "ehem" jadi romantis...ini mah sama temen-temen yang gokil yang ada mah jalan-makan-jalan makan hahaha..sampe hotel cuma buat mandi doang

      Delete
  9. ya cakep juga kalo pas anglenya bagus ya In...itu yang pintu kaca ada gambar gambarnya mirip gereja yah..klo unta ada di jawa, berarti dia hebat ya...bisa menyesuaikan diri gitu...eh tapi di bonbin juga ada unta juga , jadi ya wajar sebenarnya wakkkkakakkaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau unta di bonbin kan diem Nit ngga buat angkut-angkut. nah ini buat angkutin hasil bumi dari solo ke semarang. emejing kan..hahaha

      Delete
  10. kece banget iiih blognya sukaak sukaaak makasi info2 soal lawang sewu yak.

    --bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak...blognya sudah saya kunjungi juga lhoo

      Delete
  11. Jadi misteri Impor unta itu beneran ya? Waduh... kenapa gak Impor mantan, ya. Biar tidak ada hati yang tersakiti. :D

    Lawang sewunya emang keren banget, sih. Apalagi shoot yang ngambil fotonya juga udah lumayan pinter. Jadi enak dilihat. :)

    Btw, beneran di sana itu serem?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yakalii mantan impor, hahah. iya beneran impor unta.

      makasih...yang motoin ampe nungging-nungging lho hahaha.

      ngga serem kok.

      Delete
  12. lawang sewu, udah beberapa kali ke semarang gak pernah singgah ke lawang 1000. malah ke brown canyon.

    ternyata kalo malem bagus juga. kalo gitu mah gak ada seremnya lawang sewu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, itu malem habis maghrib..keren...kan kayak di Eropa *mungkin

      Delete
  13. Entah kenapa kalau saya melihat/berada diantara bangunan bersejarah (baik peninggalan penjajah ataupun peninggalan kerajaan-kerajan), saya cenderung lebih memperhatikan disain bangunan, seserem atau serusk apapun kondisi bangunan tersebut. Setelah itu baru saya memperhatikan cerita jejarahnya. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...pasti dari desainnya dulu..sesuatu yang visual. sejarah, biasnaya baru tahu setelah mencari tahu heheh

      Delete
  14. saya pernah ke lawang sewu mbak Innn, ya iyalah kan saya orang Semarang hihi..
    tapi baru dengar soal onta itu, dan fotonya pas malam keren banget ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. soal unta, emang nggak saya dapetin langsung dari museum lawang sewu. Pram di Jejak Langkah yang nyeritain

      Delete
  15. Iya lawang sewu ini sempet masuk acara genre 'mistis' di natgeo. Eh tapi nya ga ditayangin di endonesa. Katanya sih karena hostnya kesurupan atau gimana gitu.
    Ga fair banget ya? Syuting nya di Indonesia kok ga boleh tayang di Indonesia?!

    Iya skrg jadi cakep ya, tapi Kayanya aroma2 angkernya masih agak Kerasa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. oiyakah mba masuk nat geo?

      'agak' kerasa aja sih..tapi kalau ramean mah engga ko

      Delete
  16. Pengen bgt bisa kesini..tp gak tau kapan..
    terima kasih ya..postingannya cukup mewakili penasaran saya sama Lawang Sewu ini.. someday harus dipernahin kesana, hehehe..

    MD Ayomi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalau ke semarang harus mampir

      Delete
  17. yg dalam pikiranku tentang lawang sewu adalah tempat uji nyali, padahal kata suamiku sekarang sudah beda banget, jauh lebih anggun kyk yg mbak Innnayah ceritakan, bahkan denger-denger sebalahnya malah ada wahana bermain anak-anak ya? saya lama di semarang tapi masih takut kalau disuruh ke Lawang Sewu. Besok ajalah kalau ilmu kekebalan saya sudah tinggi, hahaha apaseh ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak papa kok mbak...rame disini hehhe

      Delete
  18. saya belum pernah loh kesana
    hebat kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau situ tinggal di Semarang dan belum pernah masuk...iya hebat ahhaha

      Delete
  19. Aaahh,, seram nya.. Siang pun seram ya lawang sewu ini.. Soalnya aku lebih banyak denger cerita tentang horrornya sih hehehe.. Btw aku pengen follow GFC kok gak bisa bisa ya mba.. Jujur dari 2 hari lalu, GFC nya gak bisa dibuka, google plus nya juga gak bisa dibuka. Tulisannya, mohon maaf gitu.. Kan biar kita busa saling follow2an hihihii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sudah kasih komentar di blog nya mbak. buat GFC, kalau engga bisa masukin aja ke reading list nya mba. kalau g+ bisa kok..dari kemarin blogger lain pada follow lancar-lancar aja

      Delete
    2. Aku coba lagi hari ini G+ juga gak bisa ya mba.. Tapi kenapa cuma mba doank yang gak bisa ku follow di GF c maupun g+. Tulisan nya selalu mohon maaf.. Bla bla bla..

      Delete
    3. ko cuma kamu ya yang ga bisa mbak. itu udah aku follow kok G+ nya...

      Delete
  20. gimana mbak hasil ngehitung pintunya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak sampe seribu kok mbak...hahaha

      Delete
  21. Sebenarnya saya suka sekali keunikan lawang sewu ini, tapi katanya banyak hantunya,,, Hiii merinding jadinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. engga kok...ngga spooky lagi sekarang

      Delete
  22. Karcis jadul itu bikin nostalgia banget, jaman naik keeta api di kolong bangkunya, tidur ga bisa gerak. Hehehehe.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature