Inilah Diaz Hanafiah

July 16, 2016


diaz hanafiah, fiksi, novel

Diaz Hanafiah nama yang sekian bulan susah hilang dari ingatan saya. Password wifi pun saya isi dengan nama itu. Sebelumnya, seorang sahabat pernah bilang “Nurul, kalau kamu tahu Diaz Hanafiah...kamu akan menemukan sosok pria idaman.” Tidak ada ekspektasi apa-apa hingga akhirnya saya membuktikan sendiri. Memang luar biasa sensasinya saat diajari drible bola, dibela dan dilindungi dari pria-pria iseng, ditemani masak, ya...Diaz yang to the point tapi romantis. Susah dipercaya bahwa Diaz Hanafiah yang sering saya sebut-sebut itu hanyalah tokoh fiksi. Tokoh utama dalam sebuah novel Indonesia yang berjudul Lukisan Hujan.


Diaz Bukan Rangga

Rangga yang manis dan puitis itu berbeda dari Diaz. Dibikinin puisi setiap hari? Ya...boleh saja, tapi saya lebih suka sosok pria yang memperjuangkan bukan hanya diam dalam harap. Kalau perlu berantem...ya berantem aja, bukannya galau lalu bikin puisi dan membiarkan si wanita menunggu untuk dibela. 

Diaz Nggak Sok Ganteng

Pria ganteng yang merasa ganteng atau sok ganteng itu menyebalkan. Meski secara fisik Diaz yang blasteran Indonesia-Meksiko itu guanteng abis, tapi ya dia nggak sombong karena kegantengannya. Sombong karena kegantenagn itu begini contohnya, tebar pesona kesana kemari tapi ya sekedar ditebar saja.

Diaz Nggak Gila Status Sosial

Hidup mapan 7 turunan nggak bikin Diaz memilih-milih dengan siapa bisa dekat. 

Diaz Itu Fiktif

Ini yang harus diketahui, bahwa Diaz Hanafiah itu hanya ada di lukisan hujan. Saya pernah membayangkan betapa bahagianya pacar Diaz. Apakah akan ada sosok seperti itu di dunia nyata? Yang ganteng, jago berantem, jago basket, anak teknik, dan segala kesempurnaan lainnya. Saya rasa tidak akan ada. Tapi, mewujudkan kebahagiaan seperti yang dialami tokoh Sisi pacar Diaz di Lukisan Hujan rasanya tak mustahil.

Accidently meet him

Saya memang tidak hujan-hujanan di pinggir jalan seperti Sisi yang mobilnya dibetulin Diaz. Tapi, si  dia...sosok ajaib yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan saya itu rela menembus hujan mengikuti motor saya sampai rumah. 30km diterjang hujan malam hari tanpa jas hujan bukanlah hal yang menyenangkan. Saya merasa dilindungi dan diperjuangkan. 

Dari Diaz Hanafiah saya jadi memahami apa yang dirasakan pria saat menghadapi wanita. Kalau kamu siap untuk dibikin jatuh cinta dengan tokoh fiksi, baca deh Lukisan Hujan yang ditulis Sita Karina. 


“kita hanya orang-orang bodoh dan berengsek yang mencoba untuk berbbuat benar. Setidaknya, kita mencoba.” – Diaz Hanafiah

Terima kasih sudah membaca rubrik Saturday Jomblo story.


15 comments on "Inilah Diaz Hanafiah"
  1. Ya ampun Diaz dan Sisy bacaanku zaman kuliah. Jadi kangen baca kisah hanafiah yang lain deh.

    ReplyDelete
  2. haduh, saya perlu baca juga gak? gawat dong kalo sampe kepikiran, hihihi...

    ReplyDelete
  3. iki diaz opo sih, itu novel anyar apa sudah lama? baru tau soale

    ReplyDelete
  4. Baca sekilas profil Diaz, kayak tipe2 cowok yang aku idam2kan jaman dulu haha...
    Aiih...jadi penasaran pengen bacaaa :D

    ReplyDelete
  5. oalah bukunya sitta karina itu, daku kagak baca
    tapi itu yang mengawal sampek rumah lagi cerita soal samwan ya rulnay? yang fotonya gandengan bukan?

    ReplyDelete
  6. Aku kira kemarin yg di instagram itu namanya Diaz.. oh.. jadi nama masnya siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mba Ran lihat lg dg saksama...di foti aku aku ngetag siapa hihi

      Delete
  7. jyahahhaha....tak kira yang foto di ig kemaren neng inayy

    ReplyDelete
  8. Kaya saya, tokoh fiksinya gak dikenali orang lain, hahaha...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature