Sebatang Pohon Untuk Bukit Cinta di Bromo

May 07, 2017

Sudah berapa batang pohon yang pernah kamu tanam sepanjang hidup? Pohon cabe dan pohon tauge tidak termasuk dalam hitungan ya. Baru kali ini saya mendatangi spot wisata yang ngehits dengan membawa misi yang sangat indah. Tuhan maha baik, mimpi saya melihat langsung gunung Bromo diwujudkan dengan menakjubkan. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menjadi saksi langkah awal untuk menanam pohon lebih banyak di muka bumi. Saya telah menanam sebatang pohon waru di bukit cinta, Wonokitri kabupaten Pasuruan. Semoga bisa berlanjut untuk pohon-pohon selanjutnya di jengkal bumi yang lain.

Bromo Ada di Dreamboard

Sejak lama saya sudah menerapkan konsep menulis dreamboard. Tidak hanya ditulis lalu dilupakan, target-target kehidupan itu saya pasang di dinding kamar agar terbaca setiap waktu. Salah satu yang tertulis di dreamboard adalah ‘Bromo’. Mengapa Bromo? Saya bukan pendaki kok, tapi rasanya ini tempat wajib  kunjung khususnya kalau kamu tinggal di Indonesia.

2015 adalah tahun dimana saya seharusnya melihat langsung Bromo. Ternyata hingga 2016, belum terwujud juga. Malah, di tahun tersebut sunrise di gunung Prau Dienglah yang saya saksikan meski ini tidak ada dalam dreamboard.
“it’s OK Tuhan, jika Engkau mengganti Bromo dengan Prau pun saya ikhlas”.
Gunung Prau dengan segala perjuangan untuk menaikinya saat menerjang badai petir mengajarkan saya banyak hal. Belum lagi keindahan yang terbentang di pagi harinya yang syahdu itu.

Ternyata, di bulan yang sama setahun berikutnya...kesempatan melihat Bromo itu datang. Berawal dari lomba blog yang diadakan Aqua, saya berhasil memenangkannya. Rencana awal lomba yang bertema pengelolaan air limbah rumah tangga tersebut berhadiah trip ke Klaten. Eh kok pas pengumuman malah ke Bromo, ya saya justru bahagia berlipat-lipat dong.


Menembus Kabut Menuju Wonokitri

Jika biasanya orang-orang berjejalan ke Bromo jelang sunrise saat weekend, saya dan rombongan blogger dan team CSR AQUA kesana pada jumat sore. Sepanjang jalan dari pabrik AQUA keboncandi terasa lengang. Makin ke atas, kondisi jalan makin mengular dengan bentuk berkelok-kelok serta menanjak. Mata saya tak dapat terpejam, kabut di depan mata terlalu indah untuk dilewatkan. Kesannya magis, tapi ada ketenangan tersembunyi.

penanjakan
Hampir 2 jam perjalanan, sampailah kami di Wonokitri yang merupakan gerbang masuk ke area penanjakan Bromo. Perkampungan di sana mengingatkan saya dengan Dieng. Yang berbeda, di sini banyak banget jeep yang siap membawa wisatawan ke area Penanjakan.
tnbts Jeep khas Bromo membawa kami menaiki jalan yang semakin menyempit. Meski kondisi di bawah tadi sangat berkabut, makin ke atas kok langitnya makin biru ternyata. Tak begitu lama perjalanan ini, tiba-tiba saja bukit cinta sudah berada di depan mata.
jeep-bromo

Melihat Bromo Dari Bukit Cinta

Gunung Bromo dan gunung batok sore itu malu-malu.
‘hey, kamu...ayo buka selimut kabutnya, saya datang nih’
Di tangan saya sudah ada sebatang pohon waru yang masih tertanam di polybag. Diameter batangnya tak sampai 1cm. Kata orang, pohon waru adalah pohon cinta karena daunnya berbentuk hati.
menanam-pohon-bukit-cinta Selama ini saya tahunya kalau mau lihat sunrise ya harus lewat penanjakan 1 atau penanjakan 2. Eh ternyata dari bukit cinta ini Bromo dan jajaran gunung di dekatnya juga nampak cantik banget. Sekali waktu kabut menutupi seluruh pandangan lalu kemudian cerah kembali. Semakin magis dan eksotis saja pemandangan di depan mata.

Bromo sore itu dinikmati sambil menyantap kentang Tengger yang legit mirip ubi mentega. Kawan kentangnya adalah bakwan petis yang empuk. Semua makanan yang terhidang ini spesial karena dibuat dengan bahan organik oleh pak Karyadi, pecinta alam sekaligus petani binaan CSR AQUA.

kentang-tengger 25 pohon sepanjang hayat

Rasanya dulu saya suka menanam cabai, singkong, tomat, tapi kalau pohon besar yang berkayu? Belum pernah deh. Padahal, sepanjang hayat minimal setiap orang harus menanam 25 batang pohon agar bumi tetap lestari.

bukit-cinta-bromo (2)Bukit cinta di kawasan TNBTS ini merupakan kawasan wilayah konservasi AQUA pabrik Keboncandi. Luasnya 17 Ha kalau yang di kawasan ini. masih ada lagi lho, 7 Ha yang dikelola bersama Perhutani.
team-aqua-lestariKalau pohon sudah ditaman, apakah didiamkan begitu saja? Tidak dong ya. setiap pohon yang ditanam akan dimasukkan dalam database pohon secara online dengan geo tagging untuk mempermudah monitoring pertumbuhannya.
Tanamlah 25 pohon sebelum dirimu ditanam – Rony Rusdiansyah
Iya, pak Rony dari AQUA bilang seperti itu. Semua orang harus tahu, khususnya untuk kamu yang sekarang sedang membaca tulisan ini.


Nggak asik dong kalau anak cucu kita nanti sudah tidak bisa menikmati bukit cinta sebab bukit tersebut telah raib terkena erosi. Alam ini bukan punya kita, ini titipan dari generasi selanjutnya. Ayolah kita buat aksi nyata, nggak mahal kok bibit pohon yang dijual di tukang tanaman. Sudah siap menanam pohon? 

34 comments on "Sebatang Pohon Untuk Bukit Cinta di Bromo"
  1. pak suami udah touring motor ke bromo, liat tulisanmu jadi kepingin ... btw selamat yaaa menang lomba blog aqua, ditunggu postingan selanjutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, masih banayk cerita lain

      Delete
  2. Bromo,,g ada bosennya. Udah 2 kali tetep aja ngangenin. Aqua bisa banget milih tempat2nya... gak nyesel ikut rombongan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yey, apalgi buatku nih yg pertama kali ke sana. sungguh terkesan

      Delete
  3. sebenarnya saya belum pernah nanam pohon sebelumnya, tapi setelah membaca artikel ini jadi pengen nyoba gitu. Di tunggu postingan selanjutnya.

    ReplyDelete
  4. Mantaabs mbak luar biasa dan terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih ya pak atas pengalaman seru 2 hari iniiii

      Delete
  5. Tuhan memang Maha Baik ya mbak, rencana belum terealisasi ke Bromo di ganti ke Dieng dan akhirnya terwujud lewat hadiah dari lomba blog yg mbak in ikuti. Masyaallah :)

    wah kalau tiap orang kudu nanem 25 pohon, kayaknya saya termasuk orang yg sangat berdosa. belum pernah nanem pohon jenis kayu-kayuan soalnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayok kita mulai, belum terlambat

      Delete
  6. suka banged gaya nulis travelnya,, saya barusan jalan2 kemarin ke Lombok tapi bingung nulisnya hahahaha foto2 nya juga kayak kurang pas. cari2 referensi menulis traveling ketemu blog ini, salam kenal ya:)

    ReplyDelete
  7. Saya juga pernah nanem pohon, tapi kebalikannya mbak inay, saya nanemnya di Gunung Prau, ahahaha

    ReplyDelete
  8. Saya jadi kangen Bromo. Pengen ke sana lagi. :)

    ReplyDelete
  9. wow , menakjubkan , alamnya eksotis banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi ada kabut-kabut gitu ya

      Delete
  10. Mbak, aku belum pernah nanam pohon haha.. Paling nanam pohon cabe, itu jg dah layu tak berbekas, padahal nanam pohon bikin adem ya.. Kdg bingung mau nanam dimana haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ga punya lahan, bisa di taman nasinal kayak gini. sering kok ada acara tanam2 pohon.

      Delete
  11. foggingnya keliatan banget yakk, eh tapi aku kok kesel ya, kamu ke jatim tapi kita gak ketemu, tapi maybe next time yaaaa sess

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin semoga bisa ketemu entah di belahan bumi mana ya ssis

      Delete
  12. Dibikin video youtube juga, mantab mbak

    ReplyDelete
  13. Aaah kereeeen! Semoga makin banyak yang berikan bukti cinta nyata untuk bumi kita tercinta yaa. Jadi kangen Bromo!

    ReplyDelete
  14. waaah udah sampe k bromo aja.. saya blm. hikss

    ReplyDelete
  15. aku ke Bromo udah lama banget tahun 2009, zaman itu belum ada medsos rame seperti sekarang, gak bisa pasang foto deh *eh

    ReplyDelete
  16. ulasanya mendetail mbak, mantab bisa menjadi masukan buat pelaku pariwisata juga nih

    ReplyDelete
  17. akhirnya sampai juga di bromo ya nay :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature