Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi

May 15, 2018

Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi

Seberapa sering kamu mengirimkan paket lewat jasa ekspedisi? Mungkin ada yang setiap hari ya, maklum jaman sekarang urusan jual beli bisa jarak jauh. Keberadaan jasa ekspedisi pengiriman juga semakin mengakomodir. Kalau dulu rasanya cuma POS saja tempat mengirim paketan. Sekarang setelah JNE, JNT, eh muncul Wahana, Ninja, dan jasa pengiriman lain termasuk yang menggunakan kereta api. Dari sekian banyak pengalaman ngirim paket, pernah nggak sih ditolak sama jasa ekspedisi dan terang-terangan disuruh ganti ke ekspedisi lain? Biar ngga kejadian, aku mau bagi ceritaku soal cara packing paketan yang baik.

Paketan Ditolak JNT karena packing tidak baik

Sebelum menuliskan ini, aku sempat membuka websitenya JNT. Aku nyari standar packing yang baik itu seperti apa. Penjelasan detil malah aku dapatkan di websitenya PT Pos Indonesia. Jadi gini, beberapa waktu lalu aku mau mengirimkan paketan berupa catridge printer. Packingnya berupa kardus dengan menggunakan kardus asli catridge tersebut. Di dalamnya sudah ada bubble warp tentunya. Sedangkan pada bagian luar, kardus dilapisi selotip 100% alias menyeluruh. Sebelum ini, aku pernah mengirim paketan dengan bentuk serupa lewat JNE dan Tiki.
Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi

Entah sedang banyak pikiran atau bagaimana, petugas JNT terang-terangan menolak paketan bahkan menyuruh untuk pindah jasa pengiriman saja. Alasannya packing paketan tidak sesuai standar. Katanya, seharusnya diberikan bubble warp (bukan bubble warp yang biasa dipencet itu lho).

Daripada eyel-eyelan semakin panjang, yasudah paketan itu berpindah ke JNE. Yey, dan Alhamdulillah ngga dikomplain sama sekali. Apakah aman sampai ke tujuan? Ya, aman dan tidak ada cacat sedikitpun pada barang yang dikirimkan tersebut.
Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi

Ketahui Jenis Bahan Packing Yang Tepat

Sebelum memilih bahan packing yang tepat, kita harus tahu dulu apa yang akan dikirim ahhaha. Packing itu komponen yang nggak gratisan kan? Jadi ya harus seefisien mungkin. Misalnya aku mau mengirimkan remote AC, rasanya nggak perlu pakai packing kardus tebal. Cukup buble warp atau malah pelapis Koran saja sebagai bantalan. Berikut ini jenis-jenis bahan untuk packing.

1| kertas kado atau amplop
Aku beberapa kali mengirimkan buku, pakaian, menggunakan ini. Semua aman dan nggak ditolak saja ekspedisi pengiriman.
2| Kardus
Ini packing paling standar sih, apapun itu emang bagusnya dikardusin. Nggak hanya perangkat elektronik, alat kosmetik dan peralatan rumah tangga juga seperti itu. Untuk saat ini, jasa ekspedisi Ninja yang ngasih cuma-cuma packing kardus. Bentuknya juga bagus gitu jadinya sih.
3| Buble warp
Ada beberapa jenis bubble warp yang digunakan dalam packing paketan. Biasanya sih bubble warp yang bisa kita pencetin itu hahaha. Ada lagi lho bubble warp yang lebih mahal dan mampu menahan guncangan lebih baik. Itu bentuknya satuan, bubble warp ini biasanya ikut dalam pembelian alat elektronik berukuran besar atau mesin.
4| Styrofoam
Nah, kalau Styrofoam agak jarang sih. karena biasanya toko atau produsen besar saja yang mencetak Styrofoam sesuai patern produk yang akan mereka kirim. Udahlah aman banget kalau ada Styrofoam dalam packingan. Konsekuensinya ya lebih mahal dan berat.
5| Box kayu
Untuk alat elektronok atau pecah belah berukuran kecil hingga sedang, sebaiknya menyertakan packing kayu. Beberapa jasa ekspedisi memberikan pelayanan untuk mempackingkan kayu barang semacam handphone, tentunya dengan biaya tambahan. Setidaknya kita nggak perlu modal tenaga nyari kayu dan makuin paketan kan?

Sertakan kelengkapan alamat

Meskipun bentuk packingan paket sudah sempurna, bisa saja jasa ekspedisi masih menolak lho kalau nggak ada keterangan yang jelas. Penting mencantumkan alamat penerima beserta nomor handphone, begitupun dari sisi pengirim.

Nggak mau kan, repot paketan hilang karena salah nulis kode pos misalnya? Aku pernah mengalami kejadian paketan JNE CRISS CROSS dan itu ngurusnya agak memakan waktu. Inginnya sih urusan kirim mengirim paketan lancar dari saat di jasa ekspedisi hingga barang diterima.


Pernah juga aku mengirimkan buah dengan packing berupa karung plastik. Diterima sih oleh jasa ekspedisi, tapi buahnya keburu matang di jalan jadi banyak yang busuk (karena kepanasan). Ada pengalaman mengenai packing paketan? Yuk berbagi di kolom komentar.
6 comments on "Cara Packing Paketan Agar Tidak Ditolak Jasa Ekspedisi"
  1. Ngirim paketan juga kudu jeli membandingkan harga. Terkait pengiriman ke LN, harga jd slh satu faktor pemilihan ekspedisi. Melalui PT POS skrg ckp aman dan lbh terjangkau alias lbh murah. Tapi ternyata beda lokasi jg bs beda harga. Mungkin krn pencantuman harga nominal barang terkirim pengaruh ke biaya asuransi, semakin tinggi nilai semakin mahal. Akhirnya nyoba k PT POS pusat dgn ngurangin harga barang, lumayan bgt lho selisih 500rb utk pengiriman ke Perancis.
    Salah satu ekspedisi swasta jg ketika peak season gak jadi jaminan cepat nyampainya, malah yg terkirim melalui Pos lbh duluan nyampe... Gitu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah tips bagus nih mba, buat yang kirim2 jauh

      Delete
  2. Aku belum pernah sih kirim paket keluar negeri, paling juga keluar Pulau Jawa. Yang jelas, tetap bandingin harga paketlah, cari yang lebih murah dan aman pastinya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak ya sekarang banyak pilihan jasa

      Delete
  3. Tanteku pernah ngirimin kue lebaran ke Bandung cuma pakai kardus, ngga di-bubble wrap atau kayu. Sampai bandung udah jadi bubuk tuh kue-kue.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh jangan sampe deh ya kayak gitu

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature