[REVIEW BUKU] ATOMIC HABITS

September 12, 2020
review buku ebook atomic habits

Pekan ini aku menjalani hari-hari yang cukup produktif. Sebagai karyawan swasta, blogger, podcaster, tukang edit video, hingga tukang kembang pemula. Bahkan aku masih punya sisa tenaga di akhir pekan untuk menuliskan buku yang baru selesai kubaca. Mungkin pengaruh baik dari buku tersebutlah yang membuatku lebih bersemangat. Memang manusia perlu improvement terus menerus ya, asupan tak hanya fisik namun juga psikis. Salah satunya dengan membaca buku yang powerful seperti Atomic Habits ini.


Identitas Buku

Judul : Atomic Habits, Cara Mudah dan Terbukti untuk Membentuk Kebiasaan Baik dan Menghilangkan Kebiasaan Buruk
Bahasa :  Indonesian (versi asli, Bahasa Inggris)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penulis :  James Clear
Jumlah halaman : 356
Harga eceran versi cetak: Rp 97.900
Tanggal rilis: 16 September 2019


Sinopsis

Orang mengira ketika Anda ingin mengubah hidup, Anda perlu memikirkan hal-hal besar. Namun pakar kebiasaan terkenal kelas dunia James Clear telah menemukan sebuah cara lain. Ia tahu bahwa perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan kecil—dari mengerjakan dua push-up sehari, bangun lima menit lebih awal, sampai menahan sebentar hasrat untuk menelepon.

Ia menyebut semua tadi atomic habits. Dalam buku terobosan ini, Clear pada hakikatnya mengungkapkan bagaimana perubahan-perubahan sangat remeh ini dapat tumbuh menjadi hasil-hasil yang sangat mengubah hidup.

Ia menyingkap beberapa trik sederhana dalam hidup kita (seni Menumpuk Kebiasaan yang terlupakan, kekuatan tak terduga Aturan Dua Menit, atau trik untuk masuk ke dalam Zona Goldilocks), dan menggali ke dalam teori psikologi dan neurosains paling baru untuk menerangkan mengapa semua itu penting. Dalam rangka itu, ia menceritakan kisah-kisah inspiratif para peraih medali emas Olimpiade, para CEO terkemuka, dan ilmuwan-ilmuwan istimewa yang telah menggunakan sains tentang kebiasaan-kebiasaan kecil untuk tetap produktif, tetap termotivasi, dan bahagia.
Perubahan-perubahan kecil ini akan mendatangkan pengaruh revolusioner pada karier Anda, hubungan pribadi Anda, dan hidup Anda.


Review

Sebenarnya buku self improvement tuh aku kurang suka baca, apalagi yang tebal dan tulisannya kecil-kecil. Aku sudah underestimate sih, tapi kok banyak yang review bagus ya. Okelah kucoba dulu baca sedikit demi sedikit. Lagian aku juga baca versi ebook Gramedia, yang beli paket premium sebuLan gitu jadi kalau engga cocok yang udah engga rugi banyak.

Ternyata, aku merasa buku ini cukup meMbuat penasaran untuk tidak banyak skip. Penuturannya detail, jadi ada ceritanya dulu, lalu teori, data, lalu paparan penjelasan, dan aku sangat suka ada resume atau kesimpulan di akhir bab.

Beberapa poin penting yang aku dapatkan dari buku Atomic Habits seperti ini.

Ada dua kesalahan yang dilakukan ketika mau membiasakan perbuatan baik yaitu  (1) berusaha mengubah sesuatu tapi salah sasaran, dan (2) berusaha mengubah sesuatu tapi caranya salah.

Kesalahan pertama akan teratasi dengan beberapa cara yaitu mengubah hasil anda, mengubah proses dan mengubah identitas. Mengubah identitas terkait dengan keyakinan dalam memandang dunia, citra diri dan penilaian terhadap diri sendiri dan orang lain.

Ada dua proses dalam mengubah identitas, pertama: putuskan tipe orang yang menjadi cita-cita kamu. Kedua: buktikan pada diri sendiri dengan kemenangan-kemenangan kecil. Konsep kebiasaan berbasis identitas menjadi pembentuk kebiasaan menjadi identitas baru.

Empat kaidah perubahan perilaku agar menjadikan kebiasaan-kebiasaan lebih baik, hal itu dengan menjadikannya terlihat, menjadikannya menarik, menjadikannya mudah dan menjadikannya memuaskan.

Cara menghilangkan kebiasaan buruk ada beberapa cara, mengurangi paparan dan menghilangkan petunjuk dalam melakukan kebiasaan buruk. Menjadikannya kurang menarik. Menjadikan kebiasaan tersebut menjadi mengecewakan.

Konsep yang aku ingat betul dari atomic habits adalah agar kita menemukan lingkungan yang tepat dengan gen kita. Ingat bahwa gen sulit atau bahkan sulit diubah. Paham engga? Jadi nih, aku misalnya lahir dengan gen yang membuat otakku lebih mudah menyampaikan sesuatu lewat cerita dibandingkan untuk menghitung. Jadi, ketika menulis aku bisa lancer banget. lain dengan temanku yang jago banget perkara hitung menghitung tapi susah buat nulis. Engga dapat dipungkiri, otaknya memang begitu meski ya bisa dilatih.

Ketika sudah seperti itu, kita harus sadar dengan potensi. Lalu mencari lingkungan tepat untuk menjadikan potensi kita mencapai sukses. Misalnya kita kembangkan potensi yang ada tersebut dengan belajar menulis novel, membuat blog, menulis scenario dan sebagainya.

Manusia emang cerdas, semua bisa dipelajari, tapi alangkah memuaskannya kalau kita menjalani dan menekuni apa yang sudah dibawa sejak lahir.


Rate

4/5

Post Comment
Post a comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature