Cuti Haid Harus Pakai Surat Dokter?

December 21, 2017
Beberapa tahun bekerja, aku baru nyadar kalau ternyata ada cuti haid. Bahkan di peraturan kerja bersama yang dikeluarkan oleh perusahaan, ada pasal khusus yang menjelaskannya. Cuti haid dianggap hal remeh bagi sebagian besar orang. Ya, termasuk aku mungkin sih yang kalau mau mens Alhamdulillah nggak sampai drop banget. Lalu bagaimana dengan para wanita yang nyeri hebat bahkan hampir pingsan saat mens? Ya ijin saja, kan bisa ngajuin cuti. Tapi, kalau harus pakai surat dokter repot juga sih.
Cuti Haid Harus Pakai Surat Dokter?


Aturan cuti haid

Setelah mebaca pasal-pasal di peraturan kerja bersama perusahaanku, jadi penasaran dong aturan aslinya kayak gimana sih? akhirnya aku baca juga Undang-undang ketenagakerjaan no 81 tahun 2003 ayat 1. Disana disebutkan pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. Di ayat selanjutnya ada keterangan bahwa yang ada di ayat 1 tersebut dapat diatur pada peraturan kerja bersama perusahaan.

jadi, cuti tersebut dilakukan pada hari pertama dan kedua. Jika pada hari ke-3 masih sakit, itunganya bukan cuti haid lagi tapi cuti sakit ya.

Aku Butuh Cuti Haid Tapi Nggak Mau Ke Dokter

Rasanya sih ya, kebanyakan kaum wanita nggak perlu sampai ke dokter kalau pas sakit haid. Rasa nggak nyaman itu reda sendiri dengan istirahat. Nah, kondisi demikian masa disuruh ke dokter cuma buat dapetin surat cuti sih?

“dok…saya nggak sakit…saya cuma nggak nyaman aja haid hari pertama”“lalu ngapain kesini?”“pengen dapetin surat keterangan aja”
Aturan di undang-undang ketenagakerjaan memang nggak mengatur bagaimana cara lapornya ke atasan. Di tempat kerja saya aturannya sama kayak sakit, harus pakai surat keterangan dokter. Tapi kalau di tempat lain, ada yang hanya lewat lisan saja yang penting atasan tahu.


Takut Dianggap Lemah

“Yaelah haid doang pakek cuti sih, dasar perempuan lemah.”
Dalam hati mungkin ada yang berpikiran kayak gitu. Entah itu sesama kaum wanita atau amit-amit dari kaum pria. Haid bukan sebuah aib, itu proses biologis yang harus dan wajar dialami kaum wanita. Ibarat badan kita keluar keringet kalau kepanasan. Seperti itu. Jadi nggak perlu malu deh ngakuin lagi haid.

Perihal nyeri haid, bersyukurlah kalau kamu nggak ngalamin ini. Istilah medisnya disminore, rasa kram atau kliyengan biasanya sih. Nggak enak banget pokoknya, konsentrasi buyar. Antara satu orang dan yang lain level dan apa yang dirasa bisa beda-beda, bahkan aku saja tiap bulan keluhanya ganti-ganti. Kadang sama sekali nggak ada, kadang uring-uringan (ini paling ngga enak), kadang nyeri punggung, dan alin sebagainya.

Gunakan Hak Cutimu

Sebagai sesama kaum perempuan, aku mau bilang ya…gunakan hak cutimu. Masih mending lho di Indonesia dikasi hak ini. Nggak smeua Negara ngasihin dan merhatiin. Ya meski di Indonesia hal ini sering dilupakan sama kita sendiri yang punya hak. Bagi kamu kaum pekerja wanita yang harus pakai surat keterangan dokter dulu kalau mau ngajuin cuti haid, hmm…yang sabar ya. Kalau ada serikat pekerja, coba disuarakan lewat sana agar diberikan kemudahan lagi. Menurut saya pribadi sih, harusnya nggak perlu surat keterangan dokter. Semoga undang-undang ketenaga kerjaan juga direvisi dengan mengatur perihal pelaporan cuti haid.

Tetap semangat untuk para pekerja wanita dimanapun kalian berada. Di tempat kalian bagaimana prosedur cuti haidnya? Cerita dong!


16 comments on "Cuti Haid Harus Pakai Surat Dokter?"
  1. Dulu aku sering banget cuti haid Mbak, 2-3 hari. Tapi nggak tiap bulan, karena mmg gak tiap bulan juga haid ku. Dan yg ngusulin waktu itu malah HRDnya. katanya aku dapet cuti haid sampe 3 hari, dan nggak perlu surat dokter. Iya juga sih, Haid kan bukan penyakit, ngapain pake surat dokter. hehe...

    ReplyDelete
  2. Keknya kalo di Indo kebanyakan, tergantung kebijakan atasannya kita deh ya. Atasan enak, yo monggo cuti. Giliran sebaliknya, boro-boro cuti haid. Sakit aja kadang masuk kerja huhuhu.

    Padahal dulu pas interpiw di perusahaan luar, cuti haid ini merupakan hal mendasar yg bahkan saat interpiw pun mereka sdh jelasin (diperbolehkan tanpa surat keterangan dokter).

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga banyak yang makin aware ya, khususnya dari kita sendiri kaum wanita. syukur2 ada yg jadi pengambil kebijakan di perusahaanya kan,,,

      Delete
    2. Setuju mbak, klo atasannya enak biasanya tinggal ngabarin aja bisa. Klo nggak enak, ya berabe :(

      Tp rada ribet juga ya klo harus cari surat dokter dulu. Padahal saya di hari pertama & kedua biasanya cuma bisa guling2 kesakitan hehe

      Delete
  3. ternyata ada cuti haid ya mbak , kalau disekolah sih nggak perlu cuti kalau sakit dan sampai pinsan ya pulang aja dari sekolah, begitu yang terjadi dengan beberapa gurudisekolah

    ReplyDelete
  4. Waktu itu jaman masih ngantor, tmn2 nggak pakai Surat dokter bisa. Berarti tergantung tempatnya ya

    ReplyDelete
  5. Soal ini balik lagi ke perusahaan masing-masing ya. Cuma selama kerja kalau haid ga masuk ya dipotong cuti. Alasannya ya seperti tulisan di atas.

    ReplyDelete
  6. Di perusahaan tempat aku kerja dulu, cuti haid itu ga perlu surat dokter. tinggal message aja ke atasan bahwa hari ini pertama kali haid, jatuhnya cuti haid walau tanpa surat dokter dan ga perlu motong cuti tahunan.
    Diperusahaan yang sekarang aku kerja, ijin sakit haid kalau cuma sehari ga perlu surat dokter tapi di potong cuti tahunan. Kalau lebih dari sehari harus pakai surat dokter dan ga di potong cuti tahunan.

    enak yang di perusahaan yang dulu sih, 1 tahun bisa dapet cuti haid 12 kali di luar cuti tahunan

    ReplyDelete
  7. Waktu masih kerja Alhamdulillah dapat atasan yang enakeun. Aku sering banget gak masuk karena sakit heu. Kalo 1-2 hari gitu boleh2 aja ga pake surat keterangan dokter, yang penting bilang ke atasan, dan ga dipotong cuti juga. Tapii karena udah sering ga masuk krn sakit jadinya ga enak kalo pas mau ngajuin cuti buat liburan hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah enak ya gitu ga dipotong cuti tahunan

      Delete
  8. aku pun ngga pernah pakai cuti haid selama iniii :(

    ReplyDelete
  9. dulu nggak pernah aku pake kalau sakit haidnya masih bisa ditolerir,sebagai cadangan kalau aku mendadak gak enak badan dan sakit - jadi nggak perlu surat sakit gitu, soalnya aku punya tifus kumatan. kecuali pas beneran sakit banget pas haid nah itu dipakenya realtime :D tapi belakangan sering aku pakai untuk memperpanjang hari ketemu sama suami yg LDMan

    ReplyDelete
  10. Di tempat kerja ku yang dulu kayak gitu kak, kalau kita nyri haid harus pakai surat dokter tidak bisa leawat sms atau tlp..

    ReplyDelete
  11. Sangat disayangkan kalau sesama perempuan ada yang menganggap lemah kalau ada perempuan lain yang cuti haid. Saya juga termasuk yang biasa aja kalau lagi haid. Tapi tiap orang memang beda konsisinya. Kayak sodara saya selalu aja pingsan kalau haid hari pertama. Jadi buat dia, cuti haid memang penting

    ReplyDelete
  12. Dikantorku ga pakai surat kok Nay.
    Sakit yang ini pan rutin dan buat aku paling ga bisa di lawan. Kadang aku mikir aku hanya kalah dengan penyakit ini ( Haid ) #ehkokcurcol hihi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature