Top Social

Begalan, Banyumasan Traditional Marriage Procession

November 09, 2015
Seni tutur Begalan merupakan kesenian yang dilaksanakan  pada upacara pernikahan di wilayah Banyumas. Prosesi adat ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan pengantin selama mengarungi bahtera rumah tangga. Begalan , seperti hal nya kesenian Jawa Tengah lainnya sangat sarat  makna. Tidak hanya sebagai tontonan, begalan merupakan tuntunan dan tatanan yang perlu kita jaga. 
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
Begalan
Beberapa waktu  lalu saya menghadiri undangan walimah sahabat di Kota Cilacap. Setelah akad  nikah selesai dilaksanakan, ada upacara adat yang sangat menarik. Sebagai orang Pekalongan, inilah pertama kalinya saya menyaksikan prosesi begalan. Biasanya upacara adat yang saya saksikan di wilayah pantai utara Jawa Tengah berupa injak telur, suap-suapan, dan penganten digendong sang ayah ke pelaminan. Ini di Cilacap kok ada begal? Alamak....!!

Prosesi Begalan
Rombongan penganten pria dikawal oleh seseorang yang bernama Surantani. Dalam rombongan ini ada beberapa orang yang memikul peralatan rumah tangga (disebut brenong kepang). Ketika rombongan sampai di depan rumah mempelai wanita, mereka dicegat oleh begal yang bernama Suradenta. Begal bermaksud merampas alat-alat rumah tangga tersebut. Di sinilah terjadi seni tutur begalan, saat terjadi dialog antara Surantani dan Suradenta. Suradenta menanyakan nama serta maksud dari setiap perabot yang dibawa rombongan mempelai pria. Setiap peralatan tersebut memiliki makna simbol dan berisi falsafah  Jawa yang berguna bagi kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru mengarungi kehidupan berumah tangga.
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
persiapan sebelum menuju mempelai wanita

Dalam pikulan yang disebut brenong kepang terdapat beberapa perlengkapan dapur yang wajib dibawa, yaitu: 
  • Wangkring, alat seperti pikulan kayu. Bermaksud orang yang akan menjalani hidup bersuami/beristeri harus dipertimbangkan terlabih dahulu, supaya dapat menghadapi keadaan senang susah dipikul bersama.
  •  Ian dan Ilir, jenis kipas dari bambu kecil dan besar sebagai lambang orang yang sudah berkeluarga dapat membedakan perbuatan yang baik dan yang buruk.
  • Cething, Gambarannya cething memiliki bentuk sing amba cangkeme, wetenge gedhe nanging bokonge ciut.  simbol manusia hidup haruslah selalu ingat bahwa manusia adalah makhluk Tuhan dan hidup di suatu negara atau tempat  atau suatu wadah yang mempunyai tatanan/aturan dan tidak sekehendak hati.
  • Centhong, simbol istri ataupun suami harus pandai menjaga diri agar tidak terjadi perselisihan, suami tidak boleh sewenang-wenang terhadap istri, semua kebutuhan rumah tangga harus ditanggung bersama. 
  • Kukusan, simbol setelah berani berumah  tangga harus belajar untuk mencukupi kebutuhan. Irus, simbol suami ataupun  istri jangan mudah terpengaruh oleh orang lain yang nantinya dapat merusak keluarga.
  • Siwur, Asih-e aja diuwur-uwur. simbol kalau sudah mendapat putra harus berbuat adil.


begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
brenong kepang
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
perdebatan surantani dengan suradenta
Setelah Surantani berhasil menyebutkan segala macam filosofi perlengkapan yang dibawanya, Suradenta mempersilahkan rombongan mempelai pria menemui pihak mempelai wanita dan membagi-bagikan isi pikulan ke hadirin yang menyaksikan prosesi. Begalan diakhiri dengan injak telur, pecah kendi, dan prosesi lainnya seperti pada upacara adat pengantin jawa tengah pada umumnya.
begalan, pernikahan, adat, seni, budaya, banyumasan, jawa tengah, visit jateng
rebutan peralatan dapur
Saat ini, peralatan dapur yang dibawa untuk begalan sangat beragam. Akan tetapi, perlengkapan yang disebutkan di atas harus disertakan. Bisa jadi, suatu saat akan ada peralatan dapur elektreonik seperti blender dan microwave hehehe.

Sejarah Begalan         
Konon, begalan diawali pada zaman Adipati Wirasaba. Dia berhajat mengawinkan putrinya yang bungsu bernama Dewi Sukesi dengan putri sulung Adipati Banyumas yang bernama Pangeran Tirtokencono. Seminggu setelah akad nikah, pengantin putri  diboyong ke rumah pengantin pria atau dalam bahasa Jawa disebut Ngundhuh Manten. Dalam perjalanan, rombongan penganten dicegat oleh begal yang bermaksud merampas semua barang yang dibawa oleh rombongan pengantin. Untuk menghindari kejadian ini terjadi lagi, maka diadakanlah upacara begalan dengan maksud untuk menjauhkan roh-roh jahat dari mempelai pengantin.

"Seni begalan dapat dijadikan sebagai tatanan yakni sebagai adat istiadat di daerah setempat dalam hal ini wilayah banyumasan. Sebagai tuntunan  sebab sarat akan wejangan bagi mempelai pengantin. Selain itu, begalan juga dapat dijadikan tontonan karena dalam tutur dan tariannya sangat menghibur. Menggunakan bahasa setempat disertai dengan tingkah yang jenaka, sangat jauh dari unsur seram seperti namanya.


16 comments on "Begalan, Banyumasan Traditional Marriage Procession"
  1. tetanggaku orang asli Banyumas masih juga menyelenggarakan acara semacam ini, peralatan dapurnya dipikul lalu untuk diperebutkan tamu undangan yang datang, seru sepertinya mengingat sudah jarang yang mengadakan acara seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru dan heboh, apalagi yang rebutan kebanyakan ibu-ibu heheh..

      Delete
  2. ternyata nama setiap peralatan rumah tangga punya makna yang cukup dalam ya mbak :)

    kalau tentang banyumas saya taunya cuman lagu 'lengger banyumasan'.
    lagu enak tuhh mbak walau nggak ngerti artinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang jawa mah kan gitu, setiap benda dan laku dicari filosofinya. sangat mendalam..

      Delete
  3. Filosofi di balik prosesinya ini sarat makna ya mba. Baru tau loh aq soal begalan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayapun baru kali pertama itu menyaksikan. yang begini, jangan sampai punah lah yah..

      Delete
  4. Wah serunyaaa ;) semoga adat jawa ini masih tertanam ke jiwa anak" muda sekarang ataupun nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoook, yang belom nikah..ntar pas nikah nanggap begalan, heheh. Kalau orang Banyumasan

      Delete
  5. Kalo anak" sekarang mah udah dijajah ama gadget dan sebangsanya, kalo tidak dilestarikan pasti tidak lama budaya kaya gitu cepat luntur :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuga kita juga sih yang sudah dewasa,,pas nyelenggarain nikahan..yang begini gini jangan diskip. Meskipun kadang acara udah full, demi penghematan waktu dan biaya

      Delete
  6. namanya begalan ya ? kayak lagi marak2nya kemarin2 ya "begal" hehe. iya ya kyknya soal budaya gitu banyak filosofi-filosofinya, benda ini menyimbolkan apa, benda itu menyimbolkan apa. btw lagi ikut lomba ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas lagi ikut lomba. kali ini motivasi terbesarnya promosi...hahaha...

      Delete
  7. sarat akan filosofi, meskipun belum pernah lihat begalan, tapi tradisi yang harus dilestarikan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kaya'e cuma ada di wilayah banyumas khususe Cilacap.

      Delete
  8. Wow ... keren ya Begalan ini, aku baru tahu berbagai peralatan dapur itu ada maknanya.

    Semoga menang ya buat lombanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin..makasih ya mbak. motivasi utamanya buat promosi sih..

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature