Top Social

#AmanBertransaksi dengan Kartu Debet, Emak-Emak Tak Perlu Cemas

December 15, 2018
#AmanBertransaksi dengan Kartu Debet, Emak-Emak Tak Perlu Cemas

Koin, berbagai kartu member, struk belanjaan, bertebaran di depan meja kasir sebuah kafe. Seorang wanita nampak panik mencari-cari sesuatu dari dalam pouch kecil. Dia adalah aku, yang jarang banget bawa uang cash dan sudah tergantung dengan kartu debet. Aku panik bukan karena saldoku habis, tapi kartuku tak ada di tempatnya. Hilang!! Cemas dong, jangan-jangan duitku diambil orang. Emak-emak memang gampang cemas dan mudah panik.

Kartu hilang di stasiun, Jangan Lalai Menyimpan Kartu

Aku semakin cemas ketika ingatanku terbawa ke kenangan terakhir bersama kartu debet warna silver itu. ya, aku terakhir memegangnya di stasiun Klender untuk tarik tunai 3 hari yang lalu. Rasanya “nyeess…” seperti menginjak es batu pada malam yang dingin.

Tahu sendirilah ya, seramai apa stasiun KRL termasuk mesin ATMnya. Aku sudah pasrah. Tapi masa nggak ada upaya apa-apa sih? segera aku menelpon call center bank penerbit kartu debet. Setelah dikonfirmasi data pribadi seperti nama ibu kandung dan jenis kartu, aku diberi tahu saldo terakhirku. Aman, Alhamdulillah…tak kurang sedikitpun. Tapi tentunya aku harus segera memblokir kartu tersebut agar tak jatuh ke pihak yang tak diinginkan.
#AmanBertransaksi dengan Kartu Debet, Emak-Emak Tak Perlu Cemas
ngambil duit di ATM stasiun
Jangan lalai menyimpan kartu debet ya, terutama setelah transaksi di tempat umum. Ambil kembali kartu, masukkan lagi ke tempat semula. Oiya saat transaski, jaga kerahasiaan PIN ya. tapi ada lho emak-emak yang nyimpan catatan PIN di dalam dompet. Harap ini jangan dilakukan karena sama saja dengan bunuh diri.


Cemas dicopet? Perhatikan Sekeliling

“mbak, tasnya mbuka tuh”
Aku selalu cemas dan langsung keringat dingin kalau di tempat umum ada yang bilang kayak gitu. Apa sih tujuan mendekap tas kalau di kereta atau di tempat umum? Pasti biar nggak dicopet atau disilet. Kalau smartphone memang biasanya diletakan di saku atau dipegang. Dompet masa mau disakuin? Apalagi dompet emak-emak kayak aku kan panjang ehehe.

Duit sih engga sebarapa ya, karena palingan aku bawa cash juga Rp. 100.000.  Tapi urusan perkartuan itu yang ribet. Kalau sampai dompet hilang, cemas duit diambil orang juga cemas repot blokir serta urus bikin kartu lagi. Termasuk harus meluangkan waktu ke kantor polisi bikin surat kehilangan dan antre di Customer service bank.

Memperhatikan sekeliling itu penting. Jangan terlalu mencolok kalau lagi bepergian. Aneka kartu-kartuan memang sebaiknya menempel paling dekat dengan tubuh. Pisahkan dari dompet uang, letakkan di dalam card holder lebih baik.


Cemas Skimming, Waspada mesin ATM mencurigakan

Berdasarkan data BI, per Februari 2018, jumlah kartu ATM/debit yang beredar mencapai 170,03 juta keping atau tumbuh 22,5 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu, 138,79 juta keping.
#AmanBertransaksi dengan Kartu Debet, Emak-Emak Tak Perlu Cemas
EDC
Dompet sudah didekap, apa akan menjamin keamanan? Dari copet dunia nyata iya. Tapi dari copet dunia maya? Skimming adalah kejahatan yang halus sekali. Pelaku memasang alat pemindai di mesin ATM sehingga data kita terbaca di tempat dia. Seketika, uang kita bisa berpindah. Tanpa adegan ejar-kejaran dan teriak dengan sasaran copet.

Memeriksa setiap mesin ATM dan EDC sebelum transaksi tentunya repot. Tapi ini harus dilakukan biar ngga cemas. Terutama kalau di mesin ATM yang sepi gitu deh. Kalau yang dalam minimarket seharusnya aman.
Simak deh film pendek buatanku tentang skimming ini.


Coba Transaksi Tarik Tunai Tanpa Kartu

Setelah kejadian kartu debetku hilang di stasiun, aku mulai mencoba yang namanya tarik tunai tanpa kartu. Ini adalah kemajuan di bidang perbankan yang harus dimanfaatkan. Kenapa tarik tunai? Karena kalau urusan transfer atau belanja bisa dengan internet banking atau m-banking. Selama ini kartu hanya dipakai buat tarik-tunai. Oiya, aku pakai kartu debet BCA. Jadi langkah-langkah yang akan aku sampaiakn ini menggunakan contoh BCA ya.

Langkah-Langkah Transaksi Tanpa Kartu Untuk BCA
1| mengunduh aplikasi BCA mobile di playstore atau applestore
2| Registrasi m-banking BCA di atm, caranya:
  • ·         Masukan kartu debet.
  • ·         Masukan PIN.
  • ·         Pilih “transaksi lainnya”.
  • ·         Pilih “mobile banking” .
  • ·         Setujui pernyataan untuk pengunaan mobile banking.
  • ·         Masukkan nomor handphone.
  • ·         Buatlah PIN untuk mobike banking.
  • ·         Konfirmasi PIN.
  • ·         Registrasi berhasil.
3| Buka aplikasi BCA mobile di smartphone
4| Pilih m-BCA
5| Pilih Tarik Tunai
m bca

Tarik tunai tanpa kartu

6| Akan muncul kode yang nantinya akan dimasukkan di mesin ATM.
7| Pergilah ke mesin ATM yang di halama homenya da tulisan “transaksi tanpa kartu”.

ATM tanpa kartu
8| Pilih BCA mobile
9| masukkan nomor handphone
10| Masukkan kode yang tadi didapat
11| Uang keluar sendiri.

Lalu kartu debetnya buat apa? Simpan saja di tempat yang aman. Kalau nggak perlu-perlu banget biar pakai transaksi tanpa kartu saja.

“loh mba, kok kartunya nggak dimasukin?” celetuk bapak-bapak yang antre di ATM di belakangku
Cring…..bunyi mesin ATM yang kita rindukan tanda uang keluar.
“Bisa tarik duit nggak pake kartu pak” jawabku sambil berlalu dan memasukan uang 50 ribu ke saku.

Cemas Biaya Administrasi? Ada GPN lho sekarang


Kartu debet GPN 

“duh, kartuku kan bank anu…kalau transfer ke rekening si itu kepotong banyak dong.”
Emak-emak itu perhitungan banget lho. Meski potongannya Cuma seharga 2 biji cilok pinggir jalan tetap menjadi kecemasan. Bela-belain nyari ATM yang sejenis dengan bank penerbit kartu debet. Makan waktu, tenaga, kadnag juga emosi.

Sekarang nggak perlu cemas, sudah ada GPN (Gerbang pembayaran nasional). Jadi, kartu-kartu yang pakai GPN itu biaya administrasi bulanannya Cuma 1000 rupiah. Yang tak kalah penting, biaya transfer antar bank 4000 rupiah saja. Suka gesek pakai EDC? Biaya merchantnya cuma 1% dari transaksi. 

Transaksi non tunai itu asik banget kok, nggak perlu bawa-bawa recehan yang berat. Secara finansial, kartu debet lebih aman sebab jadinya kita nggak ada hutang ya kan? Tapi sebagai penggunanya kita juga harus pandai. Jangan sampai kemudahan ini malah membawa bencana. Kartu debet dan data perbankan termasuk hal yang sangat personal, jaga dan pahami baik-baik aturan pengunaannya.
1 comment on "#AmanBertransaksi dengan Kartu Debet, Emak-Emak Tak Perlu Cemas"

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature