Nostalgia Bogor Jaman Kuliah di IPB

December 03, 2018
Nostalgia Bogor Jaman Kuliah di IPB
Semester 3. Foto 10 tahun lalu, pakai hape Nokia Jadul
Beberapa waktu lalu aku melihat Instagram stories dari Ayung, sahabat seperjuangan di kampus IPB. Dia memperlihatkan sebuah titik yang tak asing lagi bagi anak IPB yaitu Pangkot (pangkalan angkot). Seketika otakku memproses data lama, mencari file diantara tumpukan junk yang tak bisa terhapus kecuali lewat formating. Dalam hitungan detik, kenangan-kenangan lama terbangkitkan hanya dengan sebuah foto itu. Darmaga Bogor tempatku tinggal selama ngampus di IPB, rasanya kalau dipikir sekarang kok ya sumpek banget. Tapi dulu bisa survive dan nyaman-nyaman saja. Yuk mari kita nostalgia bersama.

Pangkalan Angkot

Hari-hariku di Bogor rasanya kok selo banget. Tapi dulu nampak sibuk. Ya gimana nggak selo, siang masih bisa tidur dan malam juga sangat amat jarang begadang. Pohon di pangkalan angkot yang sampai saat ini masih ada itu saksi lalu lalang aku lewat sana. Beli bakso lesus, beli nasi warteg, beli nasi goreng mawut kalau sore, beli penyetan nuza (yang sekarang sudha nggak ada), nganterin laudrian, dan saksi aku beli cumi asin di warung ketika duit menipis.
pangkot tipb
Pangkot (sumber: google street view)
Angkot memang sudah menjadi berkah sekaligus nightmare bagi mahasiswa IPB. Kemana-mana jadi mudah, tinggal keluar kosan dan nyetop angkot. Di sisi lain, macetnya itu lho heuheu…bayagin aja lelah. Aku naik angkot palingan kalau mau ke kota. Kalau masih seputaran kampus sih naik sepeda. Iya, aku gowesERs garis keras.

Rumah Babakan Lio

Daripada ngekos kamar sepetak yang nggak ada akses jendela, aku memilih ngontrak rumah bersama teman-temanku. Heuheu nulis ini langsung mau neriakin nama-nama mereka. Kami bersepuluh ngontrak di rumah yang cukup gede daerah babakan lio. Strategis banget deh rumahnya, sampai sering jadi sasaran maling. Dari maling jemuran, maling gadget, selalu siap siaga pokoknya mah.
kos ipb darmaga
Bekas tempat tinggal 4 tahun di Bogor (sumber: google street view)

Banyak buanggett kenangan di rumah ini. Kisah kebakaran di kamar Fatma efek mati lampu dan dia ketiduran trus lilinnya kena diktat kuliah, kucing paliharaan yang selalu menemani, nonton ftv rame-rame, hingga keramaian para penghuni dadakan kontrakan ini. Teman-teman kami sepertinya kerasan banget ya main di sini hhaaha. Penghuni tak tetap misalnya si Adit, Banu, kak Dede, yang entah kenapa tiap habis beli makan di warteg seringnya dibungkus lalu numpang makan di mari.

Terakhir ketemu teman sekontrakan adalah 2 minggu lalu. Nggak sengaja di stasiun gambir meet up Winda bersama puteranya. Heuu terharu banget deh. Apa kabar yang lain? Fani, Geby, Indah Lampung, Tika, Listika, Selpi, Ndep, Indah Soekma (Yangs ekarang sekomplek sama aku), Sherly, Eva, Asiyah, Fatimeeeh.

Sepedaan Ke Kampus

Sudah ciri khas aku banget sepedaan pink kemana-mana termasuk ketika ke kampus. Aku jarang lewat babakan tengah karena rame angkot. Lebih memilih lewat jalan tembus samping empang masjid al- wustho.
BABAKAN TENGAH
samping empang (sumber: google street view)
Jaman aku kuliah, masih teramat sangat jarang yang membawa sepeda ke kampus. Aku bebas parkir dimanapun aku mau. Biasanya sih di bawah tangga antara Fateta (Fakultas Teknologi Pertanian) dan Fema (Fakultas Ekologi Manusia).
bike to campus ipb
Semester 5 kayaknya (pake Nokia jadul)

Kehidupan kampus IPB


Sebagian besar waktuku dalam sehari aku habiskan di kampus. Fakultasku itu nyaman, kantin terlengkap yaitu kantin Sapta siap memfasilitasi apa saja. Juga koridor terbesar. Ya, selama jeda jam kuliah kami sering gegoleran di koridor Fateta. Oiya, colokan juga banyak di sini.
koridor fateta ipb
Koridor Fateta IPB (pake Nokia jadul lagi)

Kalau diceritain dari jaman asrama TPB IPB sih bakal panjang. Tapi tempat-tempat dimana aku bisa ditemukan adalah: koridor fateta, perpustakaan LSI, masjid al-hurriyah, kantin sapta. Sholat di masjid al-hurriyah itu rasanya syahdu banget. Meski aku bukan anak aktifias masjid, tapi aku sangat menikmati.

Baca: Kehidupan di asrama TPB IPB
perpustakaan LSI IPB
Perpustakaan LSI IPB (sumber: ipb.ac.id)

Perpustakaan LSI adalah tempat tidur yang sangat nyaman ahahha. Aku pernah lho jam jeda kuliah kesana niat buat tidur. Bangunanya rada horor sih kayu-kayu gitu, tapi malah damaiii. Alhamdulillah selama tidur di LSI nggak pernah mimpi buruk.

lab faeta ipb
Ngupasin beras, sebuah praktikum (pake nokia jadul)
voly fateta ipb
Voly, mata kuliah favorit kami meski nggak ada di SKS (hape nokia jadul)
praktikum fateta ipb
Seringnya praktikum di luaran begini (hape nokia jadul)

Setelah Hujan Reda Di Kota Bogor

Momen setelah hujan reda di kota Bogor khususnya pinggir kebun raya itu ngangenin banget. Jaman kuliah, hiburan aku palingan ya ke Gramedia di botani square, XX1, 21 nya Bogor trade mall, dan pusat grosir Bogor ahahhaha. Kehidupan kuliahku prihatin banget memang, mana ada kisahnya numpang wifian di coffeshop.
maraca cafe
Ngafe di samping Kebun raya, sore-sore setelah hujan (jaman sekarang, dulu belum sanggup)


Masih banyak hal yang ada di kepalaku nih, nostalgia Bogor. Tapi nanti kepanjangan ehehhe. Mungkin diantara yang baca ada yang pernah tinggal di Bogor atau bahkan ngampus di IPB juga? Silakan tambahkan nostalgiamu di kolom komentar.
3 comments on "Nostalgia Bogor Jaman Kuliah di IPB"
  1. Hihih senyum-senyum sendiri liat foto2 pakai kamera jadul ya, dulu kamera Nokia itu udah paling keren deh.

    sekarang sudah jadi kenangan, termasuk hapenya hahaha.

    ReplyDelete
  2. Allohuakbar nostalgia jeungggg kangen aku nglayap di bara, nyari cimol, kentang goreng cireng, masuk al amin cm buat cari minuman dingin saking di kos ga ada ac, panas

    Plg wedi ketemu endah jeung, ngerti endah ga?

    ReplyDelete
  3. Dramaga, memang bikin kangen ya.Kangen hujannya Dramaga, baso lesus, baso favorit, donat bateng, beli jilbab yang murah di Uda jadi tambah kangen hehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature